Sombong, barangkali
sama tuanya dengan peradaban manusia. Iblis dikutuk dan dikeluarkan dari surga
juga lantaran sombong. Ia menolak bersujud kepada Adam as, manusia pertama,
karena merasa dirinya lebih baik.
“Allah berfirman:
قَالَ يَآإِبْلِيسُ
مَامَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ
مِنَ الْعَالِينَ {75}
قَالَ أَنَا خَيْرٌ
مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ {76}
‘Hai
iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan
kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk
orang-orang (yang) lebih tinggi?’ Iblis berkata: ‘Aku lebih baik daripadanya,
karena engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari
tanah’.” (Shaad: 75–76).
“Ana khoirun minhu (saya lebih baik dari dia),” kata Iblis. Merasa diri lebih
baik dari pada yang lain itulah sombong. Dan akibat sombong, iblis dikutuk.